• Apa itu Arduino?


    Arduino, Perangkat Kecil Dengan Tapi Besar Fungsinya

    Perkembangan zaman dan teknologi dari waktu ke waktu terus berkembang selaras dengan harapan dan tujuan manusia dalam berinovasi yaitu meningkatkan kualitas kerja dan mempermudah pekerjaan. Dahulu seluruh pekerjaan manusia adalah pekerjaan yang memerlukan energi dan fisik tubuh yang maksimal, namun inovasi dengan memanfaatkan dimensi dan geometri membuat suatu sistem yang memberikan keuntungan secara mekanis sehingga energi yang diperlukan untuk melakukan usaha atau pekerjaan tersebut menjadi menurun. Contoh sederhana dari inovasi tersebut adalah roda. Sebelum adanya roda orang orang menarik benda berat secara langsung sehingga memerlukan energi yang banyak, tapi dengan adanya roda yang berbentuk lingkaran memberikan keuntungan mekanis sehingga benda dapat lebih mudah dipindahkan. Kemudian perkembangan teknologi terus meningkat hingga kita memasuki zaman yang hampir seluruhnya dapat berjalan otomatis, dahulu kita harus membuka pintu untuk masuk namun dengan adanya sistem otomatisasi maka pintu dapat terbuka otomatis saat kita melewati pintu tersebut. Masih banyak alat lain yang menggunakan sistem otomatisasi ini. Perkembangan dunia otomatisasi ini kian meningkat kebutuhannya baik di sektor mesin industri, alat alat rumah tangga, kendaraan, bahkan suatu sistem otomatisasi telah ada yang dikombinasikan dengan sistem keamanan rumah seperti contoh pintu otomatis itu. 


    imana ya agar bisa mempelajari sistem otomatisasi ini? Jika kamu ingin mendalami tentang sistem otomatisasi ini maka hal yang kamu lakukan pertama berkenalan dengan actuator, servo, microcontroller, sensor dan juga software untuk mengisi data dalam mikrokontroller yang kamu miliki. Sistem otomatisasi ini ada beberapa komponen utama yang wajib ada yaitu sensor, controller, dan actuator. Kita komponen ini memiliki peran yang berbeda-beda pertama adalah sensor. Jadi dalam suatu sistem otomatis diperlukan suatu benda yang dapat membaca atau menerima suatu bentuk rangsangan untuk menjadi suatu sinyal yang kemudian akan diteruskan ke controller. Selanjutnya adalah controller, naah sinyal (Signal Input) yang dikirimkan oleh sensor ini akan diproses oleh controller dan dikonversi menjadi sinyal (Signal Output) yang kemudian dikirimkan menuju actuator. Baru deh sinyal (Signal Input) dari sensor yang sudah dikonversi menjadi sinyal (Signal Output) dibaca oleh actuator sebagai perintah untuk melakukan tugas yang menjadi fungsi dari actuator itu seperti menggerakan pintu, menyalakan lampu, dan sebagainya. Dengan memeliki itu semua kamu dapat mulai mempelajari sistem otomatisasi ini. Salah satu komponen yang memiliki peran penting adalah microcontroller, namun orang lebih familiar dengan nama Arduino. 

    Komponen Pada Arduino 

    Pada papan Arduino terdapat banyak komponen kecil menempel dengan kuat.



    Apa sebenarnya nama dari semua komponen itu dan fungsinya pada microcontroller Arduino ini? Nah mari bahas satu per satu, jadi nama dari komponen itu adalah 

    1. Power USB Socket 
    Berfungsi untuk menghubungkan papan Arduino dan komputer melalui koneksi kabel usb pada saat akan memasukkan program kerja yang akan diterapkan pada papan arduino. Selain itu fungsi dari Power USB Socket adalah untuk memberikan supply daya pada papan Arduino. 

    2. Power Jack 
    Papan Arduino memiliki socket supply daya listrik dengan tipe Jack. Socket daya ini dapat memberikan daya secara langsung dari sumber daya AC dengan tegangan input 5 - 12 volt dan arus maksimal 2A. 

    3. Voltage Regulator 
    Fungsi dari voltage regulator adalah untuk mengendalikan atau menstabilkan tegangan daya dari Jack no. 2. Cara kerjanya adalah dengan menaikkan atau menurunkan tegangan yang akan masuk ke papan Arduino. 

    4. Crystal Oscillator 
    Adalah kristal yang digunakan sebagai timer atau penghitung. Kristal ini bekerja dengan cara mendetakkan gelombang dengan jumlah cetak mencapai 16000 kHz, atau 16 MHz. dengan cara kerjanya yang seperti ini membuatnya disebut dengan jantungnya sebuah microcontroller 

    5. 5, 17 Arduino Reset 
    Digunakan untuk menatur ulang program kerja pada Arduino dari awal atau dengan di Reset. Cara melakukannya ada 2 yang pertama adalah dengan menekan tombol reset (17) di papan. Kedua adalah dengan menggubungkan pin reset dengan GND secara singkat. 

    6. 3.3V 
    Adalah socket untuk supply daya sebesar 3.3 output volt 

    7. 5V 
    Adalah socket untuk supply daya sebesar 5 output volt 

    8. GND 
    Ground atau pin negatif dalam sirkuit elektronik, akhir dari setiap jalur arus listrik. 

    9. Pin 
    Pin untuk memasok listrik dari luar ke papan arduino, sekitar 5 V. 

    10. Analog Pins 
    Pada papan Arduino terdapat enam pin analog A0 sampai A5. Fungsinya adalah untuk membaca sinyal atau sensor analog seperti sensor jarak, suhu dsb, dan mengubahnya menjadi nilai digital. 

    11. IC Mikrokontroller 
    IC atau Integrated Circuit, adalah otak pada Papan Arduino. IC ini yang diprogram oleh papan Arduino berfungsi untuk mengatur pin digital ( 15 ) dan pin analog ( 10 ). 

    12. ICSP pin 
    Kebanyakam ICSP ( 12 ) adalah untuk AVR. Dalam Arduino terdapat enam pin, MOSI, MISO, SCK, RESET, VCC, dan GND. bisa digunakan dengan Bootloader. 

    13. LED Power Indicator 
    Lampu LED ini akan menyala sebagai tanda jika Papan Arduino mendapatkan supply listrik dengan baik. Jika tidak menyala berarti ada sesuatu yang salah dengan supply listrik atau papan arduinonya. 

    14. LED TX dan RX 
    TX ( Transmit ) dan RX ( Receive ), dua LED tersebut akan berkedip saat pemrograman IC atau Papan Arduino berlangsung 

    15. Digital Pins I / O 
    Papan Arduino UNO memiliki 14 Digital Pin. Berfungsi untuk memberikan nilai logika (0 atau 1). Pin berlabel " ~ " adalah pin-pin PWM (Pulse Width Modulation) yang dapat digunakan untuk menghasilkan PWM. Digital Pin I / O dapat digunakan seperti saklar. 

    16. AREF 
    AREF merupakan singkatan dari Analog Reference. AREF kadanag-kadang digunakan untuk mengatur tegangan referensi eksternal (antar 0 dan 5 Volts) sebagai batas atas untuk pin input analog input. 



    Mini Project, Keran Otomatis Berbasis Arduino 
    Untuk membuat sabun sanitizer otomatis komponen yang kamu perlukan adalah microservo sebanyak 2 buah, microcontroller Arduino, dan sensor ultrasonic. Jadi konsep kerja dari alat ini adalah dimulai dengan kerja dari sensor ultrasonic yaitu mendeteksi objek yang ada di dekat sensor dengan jarak tertentu pada program maka sensor akan mengirimkan input signal pada microcontroller untuk diolah dan menjadi signal output berupa perintah untuk menggerakan servo 



    secara otomatis. Fungsi dari servo adalah sebagai penggerak tutup sabun sanitizer yang harus di tekan secara manual untuk mengeluarkan sabun sanitizernya 

    Seperti yang kita tahu bahwa penyebaran virus corona adalah melalui sentuhan tangan atau permukaan suatu barang yang sudah terkontaminasi oleh virus corna, sedangkan virus tersebut tidak dapat dilihat karena ukutannya yang sangat kecil. Oleh sebab itu penggunaan alat sanitizer otomatis seperti ini termasuk dalam sebuah teknologi tepat guna apalagi di zaman pandemik seperti saat ini 



    Alat Indikator Kebocoran Gas 
    Selain untuk project project ringan seperti keran otomatis pada sanitizer, Arduino juga dapat dirakit menjadi sebuah alat indicator kebocoran gas juga. Untuk membuat alat tersebut beberapa komponen penting yang kamu perlukan adalah Microcontroller Arduino, Buzzer, Sensor MQ-5, GSM SIM900. 


    Jadi konsep dari kerja alat ini adalah menjadikan sensor MQ-5 sebagai sensor signal input dimana ketika kebocoran gas terjadi maka sensor akan mendeteksi lalu mengirimkan sinyal menuju Arduino. Sinyal tersebut diolah menjadi sebuah perintah yang diteruskan dari microcontroller menuju buzzer dan GSM SIM 900. Setelah itu buzzer menerima sinyal perintah dan melakukan tugasnya yaitu membuat bunyi alarm tanda peringatan agar mengundang perhatian orang dan melakukan Tindakan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan akibat kebocoran gas. Selain itu GSM 900 juga akan menerima sinyal perintah dan melakukan kerja dengan mengirimkan pesan peringatan ke kontak kontak yang telah di data dalam program sehingga nomer kontak tersebut menerima pesan peringatan dan melakukan Tindakan dari kebocoran gas tersebut. Ini adalah konsep kerja dari alat pendeteksi atau alat indikator kebocoran gas. Pengembangan dari alat ini sangat bermanfaat untuk industri perminyakan dan juga industri lain yang menggunakan gas gas mudah terbakar sebagai alat atau bahan untuk produksi perusahaaan mereka. 



  • 0 komentar:

    Post a Comment

    ADDRESS

    50181, Semarang, Indonesia

    EMAIL

    radenmassoeryo118@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    MOBILE

    +62 813 2624 5522