• Dibalik Sistem Tiang Pancang Sosrobahu

    Dibalik Sistem Tiang Pancang Sosrobahu
    Ir. Tjokorda Raka Sukawati dan Kisah Mobil Mercy

    Apa itu Sosrobahu ?

    Seiring dengan program pemerintah yang menggalakkan pembangunan jalur cepat atau jalan tol di beberapa daerah dengan harapan dapat menjadi aset negara yang mendukung kemajuan mobilitas masyarakat di beberapa daerah. Memang tidak dapat dipungkiri kemajuan suatu daerah dapat dinilai dari kondisi jalan yang menghubungkan daerah tersebut ke daerah lain. Dengan adanya jalur yang menghubungkan daerah tersebut maka perniagaan dapat terjadi, kemudian berbaga fasilitas umum akan ikut berkembang mulai dari pasar, rumah sakit, sekolah, bahkan perindustrian. Ini akan sangat berdampak besar bagi daerah tersebut. Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki berbagai macam bentuk kontur tanah. Ada perbukitan, sawah, rawa, bahkan sungai. Menjadi suatu tantangan tersendiri untuk membuat sebuah jalan dengan kondisi permukaan tanah yang beragam. Ketika sebuah jalan khususnya jalan yang mengharuskan terhubungnya suatu wilayah dengan wilayah lain yang dipisahkan oleh berbagai macam jenis permukaan tanah maka diperlukan suatu jembatan atau flyover.

    Tiang tiang pancang yang berbahan beton itu dibuat dan diangkat dengan bermacam macam alat berat. Yang menjadi unik adalah ketika diatas tiang pancang itu terdapat sebuah penopang yang bernama tiang pier head dengan bobot mencapai 488 ton dapat diputar sejauh 90 ̊ dari posisi awalnya. Ini adalah salah satu kejadian inovatif nan bersejarah yang dilakoni oleh putra bangsa bernama Ir. Tjokorda Raka Sukawati dengan karyanya dibidang kontruksi yang bernama sosrobahu. Secara sederhana pengertian dari sistem sosrobahu ini adalah Teknik memasang tiang pancang horizontal atau pier head yang dapat diputar memanfaatkan hukum fisika dimana dengan menghilangkan gaya gesek pada permukaan suatu benda maka benda seberat apapun dapat dengan mudah digeser. 

    Bagaimana Latar Belakang dari Ir. Tjokorda Raka Sukawati?

    Ir. Tjokorda Raka Sukawati adalah seorang kelahiran bali pada tanggal 3 Mei 1931 di Ubud Bali. Merupakan seorang yang cerdas dan Pak Raka adalah panggilan akrab dari penemu sistem sosrobahu ini, ia memang seorang yang terbisa melakukan bermacam macam hal dengan cerdik dan tetap menghidupkan intuisinya juga memperhitungkan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Ia juga adalah seorang bangsawan asal Ubud Gianyar, Bali. Pendidikannya selama di Teknik sipil ITB pada tahun 1964 menjadikannya salah satu alumni terbaik berkat inovasinya. Pak Raka adalah salah seorang insinyur sipil yang pernah dididik oleh para dosen yang berasal dari Delft University, Belanda,

    Mobil Mercy kesayangan adalah sumber inspirasi sosrobahu

    Kamu mungkin tidak akan menyangka bila tiang-tiang pancang yang membuat jalan jalan layang di ibukota berdiri kokoh itu dibangun dengan sistem yang sumber inspirasinya adalah dari ketidaksengajaan pak raka mengeser body mobilnya saat hendak diperbaiki. Pak raka memang senang mengotak-atik mobil mercy kesayangannya . Ketika itu saat hendak memperbaiki bagian hidung depan mobil, pak raka mendongkrak bagian tengah mobil kemudian karena sisa sisa bekas oli yang berceceran di lantai tepat dibagian roda belakang mobilnya membuat roda tersebut kehilangan gaya gesek dengan lantai. Saat itu secara tidak sengaja pak raka menyentuh body mobil tersebut dan menyebabkan body mobil tergeser. Hal itu membuat pak raka sangat terkejut karena tidak menyangka body mobil yang berat dapat tergeser begitu saja padahal ketika itu pak raka tidak mendorong body mobilnya. Hal ini mengingatkan ia oleh suatu hukum fisika dengan memanfaatkan beberapa hukum fisika sederhana yang telah dipelajarinya sejak kecil. Salah satunya yaitu hukum Pascal yang menyatakan bahwa “Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah”.

    Hukum fisika ini kemudian menuntunnya untuk memanfaatkan zat cair, dalam hal ini ia menggunakan minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) atau sebesar P dikalikan A. Persoalan belum selesai mengingat masih ada ada variable lain yang mempengaruhi keefektifan rancangannya, diantaranya adalah jenis minyak yang digunakan yaitu yang tidak boleh rusak kekentalannya (viskositasnya). Minyak menjadi penentu yang krusial, karena minyak inilah yang akan meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat tersebut. Setelah menemukan hal tersebut, Pak Raka memutuskan membuat model untuk menguji hipotesanya.



    Pada kasus yang ia alami adalah ia harus menaikkan tiang pancang horizontal penyangga jalan layang itu dengan keterbatasan biaya, waktu, yang paling berat adalah menaikan tiang pancang ini tanpa mengganggu transportasi lalu lintas jalan di sekitar tiang pancang tersebut. Bapak raka berhasil membuktikan sesuatu yang hampir dianggap mustahil. Lengan beton dengan bobot 480 ton dan dengan bentang lengan mencapai 22 meter untuk proyek pembangunan jalan layang jalan tol tanjung priok cawang. Tepat pada tanggal 27 Juli 1998, pukul 22.00 Waktu Indonesia Bagian Barat, ratusan pasang mata bersiap menyaksikan sesuatu yang sama sekali belum pernah ada yaitu pemutaran lengan beton penopang jalan layang yang berada di proyek pembangungan jalan layang tanjung priok – cawang ini. Bapak raka selaku orang yang menjadi inovator dari karyanya ini sangat merasa takut sampai ia berkata “bila sistem sosrobahu ini gagal, maka saya akan mundur (direktur PT. Hutama Karya), malu aku kalo sistem ini gagal” . Bagaimana pun setiap orang tentu saja akan merasa khawatir dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Hampir semua orang meragukan sistem ini namun bapak raka tetap melanjutkan karyanya dan berhasil.

    Hak Paten Sosrobahu

    Penemuan Pak raka ini sebenarnya sangat layak untuk diabadikan dengan memberikan hak paten atas karyanya ini. Jepang adalah salah satu negara yang memberikan hak paten tersebut kepada pak raka pada tahun 1992. Kemudian negara lain juga yang turun memberikan hak paten pada penemuannya ini adalah negara Malaysia, filipina, kemudia adalah Indonesia. Sebuah keironisan dikala sebuah karya anak bangsa justru lebih diapresiasi oleh negara lain. Pemerintah Indonesia memang memberikan hak paten kepada pak raka namun itu terjadi pada tahun 1995 atau 3 lebih lama dari negara jepang.

    Kini banyak negara yang juga menerapkan teknologi sosro bahu untuk pembangunan jalan layang, beberapa negara itu adalah filipina, Malaysia, Thailand, singapura dan bahkan amerika serikat, filipina memiliki kontruksi tiang pancang yang menerapkan sosrobahu ini dan telah terpasang sebanyak 135 tiang. Sementara Korean selatan justru bersikeras ingin membeli hak paten tersebut.

    Presiden Fidel Ramos yang merupakan presiden dari negara filipina pernah menemui bapa raka dan dalam perbincangan keduanya terdapat kaka kaka yang sangat indah dari presiden fidel ramos berkata “Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN” penemuan saya, karya anak bangsa Indonesia yang tidak mendapatkan penghargaan dan cenderung mulai dilupakan, justru sangat dihargai negara lain. Menyedihkan sekali”, pungkasnya sambil mengembuskan nafas, berat.
  • 0 komentar:

    Post a Comment

    ADDRESS

    50181, Semarang, Indonesia

    EMAIL

    radenmassoeryo118@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    MOBILE

    +62 813 2624 5522