• Upaya Cegah Covid-19 versi Mahasiswa



    Pandemic Covid-19 yang sedang melanda baik di luar negeri maupun di dalam negeri kita ternyata dapat kita ambil hikmah / manfaatmya. Yaitu secara tidak langsung pandemic Covid-19 itu telah merubah perilaku manusia, khususnya bangsa kita. Merubah perilaku semua segi. Baik segi pendidikan, segi ekonomi, terlebih lagi segi Kesehatan. Bayangkan semua orang ingin tahu kebenaran tentang virus tersebut. Semua orang lalu ramai memberikan informasi terkait virus tersebut. Dan juga semua orang berusaha mengatasinya dengan keilmuan, pengalamannya bahkan imajinasinya. Lalu bagaimana dampaknya kita di kampus?

    Sebagai mahasiswa saya merasakan dampaknya. Bagaimana tidak, pertemuan kuliah biasa tatap muka dengan dosen kini ditunda untuk beberapa waktu yang tidak ditentukan. Karena mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mengadakan kerumunan banyak orang. Lalu belajar di rumah lewat online, nah disini barulah kelihatan sebagai mahasiswa yang rutin ke kampus untuk belajar atau ke kampus hanya sekedar bertemu pacar. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menghindari krumunan memanglah tepat. Apalagi dilingkungan pendidikan, karena ditempat seperti itulah lebih rentan meluasnya virus tersebut. Belajar lewat online sebenarnya efektif untuk mahasiswa yang banyak akan teori, seperti misalnya jurusan manajemen, ekonomi, akutansi, dan lainnya yang tidak membutuhkan banyak praktek. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang membutuhkan banyak praktek? Menurut saya kuranglah efektif. Seperti mahasiswa jurusan Teknik misalnya. Jurusan Teknik lebih membutuhkan jam praktek ketimbang teori. Dalam kondisi seperti ini berarti berkesan tidak mengikuti anjuran pemerintah, yaitu menghindari kerumunan banyak orang. Lalu bagaimana keduanya harus dapat berjalan bersama? Saran saya, tetap mengukuti anjuran pemerintah dengan belajar online untuk bidang mata kuliah teori dan tidak meninggalkan mata kuliah praktek. Dengan diberlakukan syarat untuk mata kuliah praktek dengan membawa SKS, yaitu Surat Keterangan Sehat dari dokter.

    Pembelajaran online ada segi positifnya juga, yaitu menghindari jam kosong. Jamkos yang kadang disalahgunakan oleh beberapa mahasiswa maupun mahasiswi untuk bergerombol, dan nongkrong yang kurang jelas. Dalam situasi dan kondisi seperti ini bakalan tidak terjadi. Ada segi negatifnya juga yaitu tidak beroperasionalnya kantin/kaferatia kampus. Mereka akan kehilangan pendapatannya karena tidak lagi bisa berdagang di kantin/kafetaria kampus. Belum lagi para pedagang luar sekitaran kampus tentu akan bernasib sama. Sungguh tragis bilamana mereka menggantungkan satu sumber pendapatan mereka dari situ.

    Lalu sampai kapan suasana ini berakhir? Tidak ada yang tahu pasti. Baru saja berjalan satu bulan lalu masuk ke bulan ke-2 suasana Covid-19 ini semuanya sudah semrawut dan ribut. Bagaimana tidak, uang perkuliahan mahasiswa/i tetap harus dibayarkan persemester ini. Gaji para dosen dan staff juga harus dibayar. Kalau diperguruan tinggi negeri milik pemerintah mereka masih bisa berharap akan menerima gaji. Bagaimana para dosen dan staff di perguruan tinggi swasta. Sangat berharap penuh ada gaji buat mereka selama pandemic ini.


    Sebagai mahasiswa mari berpartisipasi mengupayakan pencegahan Covid-19 di lingkungan kampus pada khususnya. Agar kegiatan perkuliahan tetap berjalan lancar, aman, dan sehat. Secara edukatif saya sarankan sebagai berikut:
    • Belajar online untuk mahasiswa matakuliah teori
    • Datang ke kampus untuk mahasiswa matakulia praktek, dengan memperlihatkan protocol yang berjalan seperti memakai masker, sedia hand sanitezer/sering mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak disaat praktek di kampus.
    • Membawa SKS (Surat Keterangan Sehat) dari dokter untuk kedatangan matakuliah praktek.
    • Pada setiap ruangan di kampus, baik ruang kelas, ruang dosen, ruang-ruang lainnya disediakan tempat cuci tangan dengan sabun
    • Tetap jaga jarak bilamana sedang berkomunikasi dengan teman, maupun dosen.
    • Selalu jaga kebersihan lingkungan kampus
    • Jangan lupa juga Kesehatan bagi tiap-tiap mahasiswa ataupun dosen dan staff dengan mengukur suhu badan setiap keluar dan masuk kampus

    Mudah-mudahan dengan tertib berperilaku sehat di lingkungan kampus dan pada diri sendiri, kemungkinan besar pemaparan Covid-19 dapat dicegah.

    #KORONAPNB
    #dirumahaja
    #PNBMelawanKorona
    #AbhinayaUpangga
    #bemkbmpnb
  • 0 komentar:

    Post a Comment

    ADDRESS

    50181, Semarang, Indonesia

    EMAIL

    radenmassoeryo118@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    MOBILE

    +62 813 2624 5522