• 6 CARA MUDAH MEMBUAT NAMA BRAND PRODUK KEMASAN

     


    1.      SESUAI BRAND PERSONALITY

    Adalah sifat sifat manusia yang dilekatkan pada sebuah brand, kenapa perlu melekatkan sifat manusia pada sebuah brand? Padahal brand itu adalah benda mati? Bagaimana cerita kita mau membangun cinta / koneksi manusia tetapi objeknya adalah benda mati. Oleh karena itu harus dijadikan sebagai subjek atau harus hidup terlebih dahulu, makan dibutuhkanlah yang namanya personality  (kehidupan didalam sebuah brand).


    Bagaimana agar brand terasa hidup?

    Dengan cara memasukan sifat sifat manusia kedalam brand.  Seperti (fenimim fun, serius, mewah, dll) Karena dengan tujuan agar konsumen loyal, jatuh cinta pada sebuah brand. Dengan begitu rasa cinta terhadap sebuah brand akan muncul.

    2.       SESUAI SEGMENTASI

    Pengenalan konsumen sesuai dengan edukasi mereka, dengan menggunakan bahasa penyampaian yang sesuai mereka kenal dan pahami

    COTOH

    REVIR SIDE RESIDEN (dalam bahasa inggris)

    PERUMAHAN PINGGIR KALI (dalam bahasa indonesia)

     

    3.       SESUAI MARKET KATEGORI

           Jadi untuk membuat sebuah nama harus disesuaikan dengan kategori.



                Contohnya adalah nama brand “BIMBEL CROWN”

           Salah satu bimbel untuk masuk ke STAN, perlu biaya minimal 200 juta, padahal hanya sebuah bimbingan belajar, satu kelas 3-5 orang yang intensif dibimbing hingga keterima di STAN, karena persaingan masuk ke STAN yang ketat dan setelah diterima menjadi PNS dan disekolahkan gratis, nama “CROWN” tersebut sudah pas dan cocok untuk kategori “PREMIUM, LUXARY, MEWAH” tetapi kurang cocok digunakan untuk bimbel, dan lebih cocok untuk nama seperti perhiasan, hotel dll


    4.       SESUAI KUTUB

    Ada dua kutub dari sebuah brand;

    a.       FMCG (fast moving customer good)

    Merupakan produk-produk kemasan yang tidak tahan lama, yang dimana konsumen membeli brand produk tersebut TIDAK MEMAKAI PERTIMBANGAN/ RISET secara mendalam, karena produk-produk yang murah.

     

    b.       JASA (mahal)

    Dimana produk – produk tersebut membuat konsumen harus berpikir dahulu sebelum riset, seperti brand mobil, brand agen traveling, dll

    Konsumen akan berpikir 2x bahkan lebih sebelum menggunakan produk-produk tersebut, karena apakah aman dan terjamin sesuai dengan ekspetasi konsumen setelah ia membeli produk kita. Sehingga dibutukan kepercayaan tinggi yang berdasarkan asep story board dari brand tersebut.



    contoh story base :

    Seperti orang menjual rumah, seseoarang menjual cerita yang dapat membangkitkan emosi dari konsumen, merekan menjual cerita ketika konsumen membeli rumah tersebut emosi dari si konsumen terbawa cerita bahwa ketika membeli rumah dia akan membayangkan aktivitas di dalam rumah, disana ada ruang tamu, ruang belajar disertai dengan ruang ini itu, dan nanti si ayah bisa bersantai diarea tersebut sambil bermain dengan si kecil, dsb

     

    5.       SESUAI UVP

    UVP (Unit Value Proposition) : Keunikan dari sebuah brand dalam bentuk presepsi konsumen, sementara DIFERENSIASI adalah keunikan dari segi FITUR produk.  Proposition tidak dapat berubah selamanya, dan yang bakal bisa diubah adalah diferensiasinya.

     


    Contohnya

    a.     Sabun detol dengan sabun LUX

    DETOL mengunggulkan keunggulannya dengan membuat diferensiasi bahwa DETOL sabun yang digunakan untuk KESEHATAN, sedangkan LUX membuat diferensiasi bahwa LUX sabun yang digunakan untuk KECANTIKAN, padahal keduanya sama-sama sabun, apakah DETOL bukan termasuk sabun kecantikan? Padahal DETOL juga dapat membuat kulit yang halus?

    Apakah LUX bukan termasuk sabun kesehatan? Padahal LUX juga dapat mengghilangkan kuman. Artinya dua buah produk ini mirip mirip saja, kecuali AROMAnya.

    Mengapa aroma ini dibuat beda?

    Karena untuk merasionalisasi propositioningnya, bahwa LIFEBOY ini sabun KESEHATAN           dengan aroma KESEHATAN, sedangkan LUX ini sabun KECANTIKAN dengan aroma BUNGA/KECANTIKAN. 

    Diferensiasi, ini merupakan pembeda dari sebuah fitur.

    Contohnya LIFEBOY mengatakan “sabun dengan bahan anti corona” Kemudian mengatakan lagi “Sabun dengan bahan XXX, anti SARS”

    Lalu Lux mengatakan “Sabun yang mirip artis, karena canti dijaman dulu itu mirip artis.

     

    6.       JANGAN SAMPAI MEMLIKI MAKNA NEGATIF

    Saat menentukan sebuah brand, seusaikan dengan visi dari brand tersebut. Mau dibawa kearah manakah brand tersebut. Lokal? Nasional? Internasional? Dengan demikian pastikan bahwa nama Brand tersebut tidak memiliki makna negatif di area cangkupan market yang dituju, supaya pihak konsumen tidak salah mengartikan manka dari brand tersebut. 

                    CONTOH

                    Ada sekolah mahal dengan nama “HARAPAN BUNDA”

    Kebanyakan orang mengira nama tersebut adalah rumah sakit, dengan demikian nama brand tersebut tidak cocok sesuai dengan kategorinya.

  • 0 komentar:

    Post a Comment

    ADDRESS

    50181, Semarang, Indonesia

    EMAIL

    radenmassoeryo118@gmail.com

    TELEPHONE

    -

    MOBILE

    +62 813 2624 5522